TANGGUNG JAWAB NOTARIS DALAM PEMBUATAN PERJANJIAN SUBROGASI DENGAN JAMINAN HAK ATAS TANAH DI KOTA BATAM

  • Agus Riyanto Dosen Universitas Putera Batam

Abstract

Perbankan memiliki posisi strategis sebagai lembaga intermediasi dan
penunjang sistem pembayaran. Untuk menjamin pinjaman atau
pembiayaan yang diberikan bank kepada debitur atau nasabah, maka
bank akan membebankan agunan kepada nasabah. Dalam praktek,
kredit yang sudah dijamin dengan agunan seringkali dilakukan take
over. Take over dipilih masyarakat karena dengan berbagai alasan,
misalnya prosedur kredit yang sederhana dan waktu yang dibutuhkan
juga relatif cepat. Penelitian ini mencoba menganalisis
pertanggungjawaban Notaris dalam pembuatan perjanjian take over
khususnya jika pinjaman/kredit dijamin dengan hak atas tanah. Metode
yang digunakan dalam penelitian adalah normatif, dimana peneliti
memperoleh data dari studi pustaka yang kemudian akan diuji dengan
asas-asas hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam
pembuatan akta perjanjian take over, pada hakekatnya Notaris
memiliki tanggung jawab baik secara moral maupun hukum.

Published
2017-11-04
How to Cite
RIYANTO, Agus. TANGGUNG JAWAB NOTARIS DALAM PEMBUATAN PERJANJIAN SUBROGASI DENGAN JAMINAN HAK ATAS TANAH DI KOTA BATAM. Jurnal Cahaya Keadilan, [S.l.], v. 5, n. 1, p. 1-28, nov. 2017. ISSN 2339-1693. Available at: <http://ejournal.upbatam.ac.id/index.php/cahayakeadilan/article/view/141>. Date accessed: 17 dec. 2017.