TINJAUAN YURIDIS TENTANG RECHTVINDING (PENEMUAN HUKUM) DALAM HUKUM PERDATA INDONESIA

  • Nurmin K. Martam dosen program studi ilmu hukum

Abstrak

Hukum mempunyai fungsi untuk memberikan perlindungan terhadap
kepentingan manusia (seluruh manusia tanpa terkecuali). Dalam kehidupan
bermasyarakat diperlukan suatu sistem hukum untuk menciptakan kehidupan
masyarakat yang harmonis dan teratur. Untuk mendapatka kepastian hukum,
Di Pengadilan hakim dan hakim konstitusi wajib menggali, mengikuti, dan
memahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam
masyarakat. Hal inilah menjadi dasar bahwa merupakan sesuatu yang tidak
dapat dihindarkan bahwa proses rechtsvinding harus tetap dilakukan oleh
hakim dalam memutuskan perkara yang tidak ditemukan secara jelas dan
tegas dalam peraturan perundang-undangan. Adapun pendekatan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, yaitu
dengan menggunakan teori-teori serta pendapat para sarjana dengan
melakukan analisis terhadap ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam hukum
positif Indonesia. Sejalan dengan perkembangan masyarakat yang semakin
dinamis, maka hal itu menuntut adanya sebuah perkembangan hukum yang
dinamis pula. Hal ini sejalan dengan sistem hukum perdata itu sendiri yang
sifatnya dinamis dan tidak statis. Tugas penting dari hakim ialah
menyesuaikan undang-undang dengan kejadian-kejadian konkrit dalam
masyarakat. Apabila undang-undang tidak dapat ditetapkan hakim secara
tepat menurut kata-kata undang-undang itu atau undang-undang tersebut
tidak jelas, maka hakim harus menafsirkan undang-undang tersebut, sehingga
hakim dapat membuat suatu keputusan hukum yang sungguh-sungguh adil
sesuai dengan apa yang menjadi maksud dan tujuan hukum, yaitu tercapainya
kepastian hukum, kemanfaatan dan penemuan hukum di penelitian
berikutnya

Diterbitkan
2018-07-01
##submission.howToCite##
MARTAM, Nurmin K.. TINJAUAN YURIDIS TENTANG RECHTVINDING (PENEMUAN HUKUM) DALAM HUKUM PERDATA INDONESIA. Jurnal Cahaya Keadilan, [S.l.], v. 5, n. 2, p. 40-59, juli 2018. ISSN 2339-1693. Tersedia pada: <http://ejournal.upbatam.ac.id/index.php/cahayakeadilan/article/view/572>. Tanggal Akses: 21 agu. 2018