PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SULAMAN DAN BORDIR SEBAGAI PRODUK DESAIN INTERIOR DI KOTA PAYAKUMBUH

  • mita yani STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang

Abstract


Lembaga Keterampilan dan Pelatihan (LKP) “Lemos” yang ada di Kota Payakumbuh bergerak di bidang sulaman dan bordir dengan 15 (lima belas) anggota kursus. Pelatihan dan pengembangan perlu dilakukan pada lembaga ini karena beberapa hal: (a) Kurangnya tenaga terampil dan kreativitas dalam membuat hasil kerajinan, penerapan atau aplikasi produk sulaman dan bordir yang masih terbatas (b) Teknik komposisi warna dan motif  dan pola relatif tidak berkembang. (c) kesuliatan lembaga untuk mengikuti pelatihan maupun workshop pengembangan diri terkait dengan keterbatasan dana. Metode Pengabdian adalah berupa pelatihan pembuatan motif dan pola dasar dan pengembangan inovasi sulaman dan bordir dari pakar dan ahli. Hasil pengabdian adalah melakukan pelatihan dan workshop terhadap anggota lembaga mitra dengan melibatkan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Payakumbuh guna meningkatkan mode dan motif sulaman dan bordir, kuantitas dan kualitas produk dalam mengembangkan hasil produk sulaman dan bordir. Hasil lainnya adalah pemberian materi tentang keselamatan kerja dan motivasi dalam bekerja. Peningkatan dalam menghasilkan mode dan motif sulaman dan bordir dari peserta pelatihan diperoleh kriteria sangat baik 58% dan inovatif 60%.



 
Published
2019-09-26
How to Cite
YANI, mita. PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SULAMAN DAN BORDIR SEBAGAI PRODUK DESAIN INTERIOR DI KOTA PAYAKUMBUH. Jurnal Pengabdian Barelang, [S.l.], v. 1, n. 3, p. 44-49, sep. 2019. ISSN 2656-3959. Available at: <http://ejournal.upbatam.ac.id/index.php/jpkm/article/view/1398>. Date accessed: 24 sep. 2021. doi: https://doi.org/10.33884/jpb.v1i3.1398.