REINTEGRASI SOSIAL DAN KEMANDIRIAN PASCA-BEBAS MELALUI PELATIHAN PENGEMBANGAN DIRI DAN KEWIRAUSAHAAN BAGI WARGA BINAAN LAPAS KELAS I MALANG
DOI:
https://doi.org/10.33884/jpb.v8i2.11925Abstract
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menghadapi berbagai tantangan psikologis, sosial, dan ekonomi dalam mempersiapkan kehidupan pasca-bebas, seperti rendahnya kepercayaan diri, keterbatasan kemampuan komunikasi, serta minimnya keterampilan kewirausahaan. Kondisi tersebut melatarbelakangi pelaksanaan program Kelas Edukasi Pengembangan Diri dan Kewirausahaan di Lapas Kelas I Malang sebagai bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, 8, dan 10. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapan WBP dalam menghadapi proses reintegrasi sosial melalui penguatan self-efficacy, public speaking, dan kewirausahaan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui tahapan koordinasi dan observasi, penyusunan modul ajar, penyuluhan dan pelatihan, partisipasi mitra, serta monitoring dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta pada seluruh materi, ditunjukkan oleh kenaikan skor self-efficacy sebesar 41,07%, public speaking sebesar 41,51%, dan kewirausahaan sebesar 40,74%. Program ini mampu meningkatkan pengetahuan, kepercayaan diri, keterampilan komunikasi, serta wawasan kewirausahaan WBP sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah bebas.











