Gangguan Berbahasa Pada Penderita Strok Suatu Kajian: Neurolinguistik

Penulis

  • Mhd. Johan
  • Alpino Susanto

Kata Kunci:

Gangguan; Neurolinguistik; Strok.

Abstrak

Kajian neurolinguistik adalah suatu kajian di mana manusia bagaimana memperoleh bahasa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan tataran mana fonem yang dilafalkan oleh responden. Teori yang digunakan adalah teori neurolinguistik yang digagas oleh Claudia Galluzzia dan kawan-kawan. Sementara itu, metode pengumpulan data adalah metode simak dengan menggunakan teknik rekam. Di samping itu, untuk menganlisis data ini, penulis menggunakan metode agih atau metode konstribusi dengan menggunakan teknik dasar bagi unsur langsung. Teknik terdiri tersebut dari teknik pelesapan, teknik ganti atau teknik penambahan, Setelah analisis dilakukan  maka didapatkanlah hasil. Adapun hasil penelitian ini antara lain adalah proses ganti lebih dominan dijumpai pada tuturan responden dan proses dominan yang kedua  adalah proses pelesapan dan yang terakhir adalah proses penambahan. Riancian hasil penelitian ini adalah: proses pelesapan terdapat 5 kali, proses penambahan terdapat sebanyak 4 kali sedangkan proses ganti terdapat 11 kali. Secara persentase dari hasil tersebut adalah proses pelesapan terdapat 25% (dua puluh lima persen), proses penambahan terdiri dari 20% (dua puluh persen), sedangkan proses ganti terdapat sebanyak 55% (lima puluh lima persen) dengan menggunakan rumus sebagai berikut jumlah masalah dibagi dengan total masalah dikali 100 persen.

Diterbitkan

2018-10-17

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Gangguan Berbahasa Pada Penderita Strok Suatu Kajian: Neurolinguistik. (2018). Prosiding, 1, 103-108. https://ejournal.upbatam.ac.id/index.php/prosiding/article/view/752