GANGGUAN PELAFALAN FONEM TERHADAP ANAK-ANAK (BALITA) Suatu Kajian: Neurolinguistik

Penulis

  • johan johan universitas putera batam

Abstrak

Penelitian ini adalah penelitian neurolinguistik, neurolinguistik adalah salah satu kajian
interdisplin ilmu antara ilmu linguistik dengan syaraf manusia. Di sini lebih mengutamakan
bagaimana manusia itu memperoleh bahasa. a. Untuk menjelaskan gangguan fonem apa saja yang
dialami oleh anak-anak di bawah usia lima tahun (balita) dalam bertutur setiap harinya. b. Untuk
menjelaskan peta fonem yang dilafalkan anak-anak tersebut c. Untuk menjelaskan gangguan saraf
apasaja yang terjadi pada anak-anak tersebut. Metode yang dipakai untuk mengumpulkan data ini
dalah metode simak, dengan teknik dasar sadap, teknik dasar lanjutan simak libat cakap (SLC),
teknik rekam, dan teknik catat. Untuk Metode analisa data peneliti menggunakan metode kontribusi
oleh Sudaryanto dengan teknik bagi unsur langsung (BUL) dan didukung oleh teknik pelepasan,
delesi, teknik lesap serta teknik ganti, substitusi, ekspansi, dan teknik perluas. Kemudian hasil
penelitian ini adalah: tuturan penutur barada pada tataran penultima dan ultima, penutur hanya
dapat melafalkan kata-kata berada pada tingkat sonoritas. Secara persentase fonem yang dapat
dituturkan hanya 9,7 % dan yang tidak dapat dituturkan 90,3 %.

Diterbitkan

2018-11-15

Terbitan

Bagian

BASIS VOLUME 3 NO 2 OKTOBER 2016