FROM SIMULACRA TO HYPERREALITY: REPRINTED IDENTITY IN EDWARD ASHTON'S MICKEY7
DOI:
https://doi.org/10.33884/0eysee07Kata Kunci:
cloning, hyperreality, memory, simulacraAbstrak
Penelitian ini mengkaji bagaimana regenerasi manusia yang berulang dalam Mickey7 (2022) karya Edward Ashton membentuk simulakra dan menghasilkan hiperrealitas. Berbeda dari pembacaan hiperrealitas yang terutama menempatkannya sebagai efek media atau ruang virtual, penelitian ini memusatkan perhatian pada rezim material-teknologis yang mencetak kembali tubuh manusia, memasukkan memori hasil pencadangan, dan mengakui tubuh baru sebagai kelanjutan diri sebelumnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif interpretatif melalui pembacaan dekat terhadap tiga belas bagian naratif yang berkaitan dengan mortalitas, regenerasi, pencadangan memori, keberadaan tubuh ganda, dan sistem Expendable. Kerangka utama analisis menggunakan fase-fase citra dan konsep hiperrealitas Jean Baudrillard, dengan dukungan pemikiran posthuman mengenai identitas informasional. Hasil penelitian menunjukkan pergeseran bertahap dari acuan biologis. Rasa sakit dan ketakutan mula-mula mempertahankan sisa realitas tubuh. Regenerasi kemudian menutupi keterputusan akibat kematian. Data memori selanjutnya menjadi model yang mengesahkan kesinambungan identitas; dan keberadaan Mickey7 serta Mickey8 secara bersamaan akhirnya membuat keaslian tidak lagi memiliki fungsi praktis. Hiperrealitas muncul bukan semata-mata karena klon menyerupai yang asli, melainkan karena sistem teknis dan administratif koloni menjadikan reproduksibilitas sebagai kondisi normal bagi keberadaan seseorang.
Referensi
Ashton, E. (2022). Mickey7. New York, NY: St. Martin's Press.
Baudrillard, J. (1994). Simulacra and simulation (S. F. Glaser, Trans.). Ann Arbor, MI: University of Michigan Press. (Original work published 1981)
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.
Eco, U. (1986). Travels in hyperreality. San Diego, CA: Harcourt Brace Jovanovich.
Farida, H. (2020). Being human among otherkins: Identifying the simulacrum in JRR Tolkien's The Lord of the Rings. Jurnal BASIS, 7(1), 81-90. doi:10.33884/basisupb.v7i1.1817
Hayles, N. K. (1999). How we became posthuman: Virtual bodies in cybernetics, literature, and informatics. Chicago, IL: University of Chicago Press.
Jameson, F. (1991). Postmodernism, or, the cultural logic of late capitalism. Durham, NC: Duke University Press.
Kellner, D. (1989). Jean Baudrillard: From Marxism to postmodernism and beyond. Stanford, CA: Stanford University Press.
McKee, A. (2003). Textual analysis: A beginner's guide. London, England: Sage.
Merrin, W. (2005). Baudrillard and the media: A critical introduction. Cambridge, England: Polity.
Morris, J. (2021). Simulacra in the age of social media: Baudrillard as the prophet of fake news. Journal of Communication Inquiry, 45(4), 319-336. doi:10.1177/0196859920977154
Poster, M. (2001). What's the matter with the Internet? Minneapolis, MN: University of Minnesota Press.
Torkamaneh, P., Poordakan, F., & Lalbakhsh, P. (2021). Baudrillard, hyperreality, and the evil in Othello and The Hateful Eight. CINEJ Cinema Journal, 9(1), 346-370. doi:10.5195/cinej.2021.354
Wardani, L. D. K. (2024). Simulacra and hyperreality in Lorcan Finnegan's Vivarium (2019). Litera Kultura: Journal of Literary and Cultural Studies, 11(2), 75-82. doi:10.26740/lk.v11i2.58792








JURNAL BASIS (BAHASA DAN SASTRA INGGRIS)