ANALISIS PENGARUH KETERLIBATAN KERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA MELALUI PENDEKATAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOR PADA PEGAWAI PT BIOMEDIKA NUSANTARA INDAH LAMPUNG

Penulis

  • Reki Candra Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya
  • Lukmanul Hakim Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya
  • Riski Mupty Pratama Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya

DOI:

https://doi.org/10.33884/jimupb.v14i2.11940

Kata Kunci:

Keterlibatan kerja, Motivasi kerja, Sikap kerja, Norma subjektif, Persepsi kendali perilaku

Abstrak

Penelitian ini mengkaji apakah keterikatan kerja memperkuat motivasi kerja karyawan secara langsung atau melalui mekanisme psikologis yang tercermin dalam sikap kerja, norma subjektif, dan persepsi kendali perilaku. Penelitian ini menggunakan desain eksplanatori kuantitatif dengan sampel jenuh yang terdiri dari 138 karyawan perusahaan penangkaran primata. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis melalui Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Model pengukuran menunjukkan validitas konvergen, validitas diskriminan, dan konsistensi internal yang memuaskan. Model struktural menjelaskan 67,1% varians dalam motivasi kerja. Keterikatan kerja tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan secara statistik terhadap motivasi kerja; namun, variabel ini berpengaruh positif terhadap sikap kerja, norma subjektif, dan persepsi kendali perilaku. Masing-masing konstruk tersebut berpengaruh positif terhadap motivasi kerja. Pengaruh tidak langsung melalui sikap kerja, persepsi kendali perilaku, dan norma subjektif semuanya signifikan, dengan jalur mediasi terkuat terjadi melalui sikap kerja dan persepsi kendali perilaku. Temuan ini menunjukkan pola mediasi penuh, di mana keterikatan kerja memotivasi karyawan ketika mereka menilai pekerjaan secara positif, merasakan adanya ekspektasi sosial yang mendukung, serta meyakini bahwa mereka memiliki kendali dan sumber daya yang memadai untuk melaksanakan tugas. Studi ini memperluas penerapan konstruk theory of planned behaviour dalam manajemen sumber daya manusia dan menyoroti perlunya organisasi mengombinasikan inisiatif keterikatan kerja dengan desain pekerjaan yang bermakna, norma yang mendukung, pengembangan kapabilitas, otonomi, serta sumber daya kerja yang memadai.

Diterbitkan

2026-08-19