Analisis Perubahan Karakteristik Agroklimat dan Produktivitas Padi pada Kondisi Triple Dip La Niña (2020 -2022) di Jawa Timur

Penulis

  • Mira Fitria Institut Teknologi Sumatera
  • Ajeng Utari Siti Saodah Institut Teknologi Sumatera
  • Annisa Noyara Rahmasary BRMP Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, Kementerian Pertanian
  • Deni Okta Lestari Institut Teknologi Sumatera
  • Alfiah Rizky Diana Putri Institut Teknologi Sumatera

DOI:

https://doi.org/10.33884/psnistek.v8i1.11793

Kata Kunci:

Triple Dip La Niña, Karakteristik Agroklimat, Klasifikasi Oldeman, Produktivitas Padi, Produksi Padi.

Abstrak

Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu sentra produksi padi utama di Indonesia yang berperan penting dalam ketahanan pangan nasional. Fenomena El Niño Southern Oscillation (ENSO) dapat memengaruhi karakteristik agroklimat melalui perubahan curah hujan, Bulan Basah (BB), dan Bulan Kering (BK) yang berpotensi berdampak pada produksi dan produktivitas padi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Triple Dip La Niña (2020 – 2022) terhadap karakteristik agroklimat, produksi, dan produktivitas padi di Jawa Timur dengan membandingkannya terhadap kondisi netral ENSO tahun 2013. Data yang digunakan meliputi Sea Surface Temperature (SST) bulanan dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) periode 1982 – 2025, data curah hujan bulanan Climate Hazards Group InfraRed Precipitation with Station Data (CHIRPS) tahun 2013 dan 2020–2022, serta data produksi dan produktivitas padi bulanan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur. Metode penelitian meliputi perhitungan anomali SST untuk mengidentifikasi fase ENSO, klasifikasi Oldeman untuk menentukan kelas BB-BK, serta analisis temporal dan spasial produksi serta produktivitas padi. Hasil menunjukkan bahwa tahun 2013 merupakan periode netral ENSO, sedangkan Triple Dip La Niña berlangsung dari Agustus 2020 hingga Januari 2023. Selama periode tersebut, sebagian besar wilayah Jawa Timur didominasi kelas BB3BK2 yang mendukung pola tanam padi–padi dengan indeks pertanaman (IP) 2. Produktivitas padi relatif stabil pada kisaran 42 – 73 kuintal/ha, sedangkan produksi bervariasi antar kabupaten akibat perbedaan zonasi BB-BK, luas baku sawah, dan frekuensi bencana alam. Dengan demikian, Triple Dip La Niña mengubah karakteristik agroklimat di Jawa Timur, tetapi tidak memberikan perubahan signifikan terhadap produktivitas padi.

Referensi

Athoillah, I., Sibarani, R. M., & Doloksaribu, D. E. (2025). Analisis Spasial El Nino Kuat Tahun 2015 dan La Nina Lemah Tahun 2016 (Pengaruhnya Terhadap Kelembapan, Angin dan Curah Hujan di Indonesia). Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, 18(1), 33 - 41.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2023). Luas Panen dan Produksi Padi di Indonesia 2023 (Angka Sementara. Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS).

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa timur. (2023). Statistik Daerah Provinsi Jawa Timur. Surabaya: Badan Pusat Statistik.

Badan Standardisasi Nasional. (2024). SNI 9302:2024 – Spesifikasi Informasi Geospasial: Sumberdaya Agroklimat untuk Penentuan Pola Tanam Tanaman Pangan Skala 1:250.000. Jakarta: BSN (Badan Standardisasi Nasional).

BPS Jawa timur. (2023, Februari 7). Jumlah Kejadian Bencana Alam Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur. Diambil kembali dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur: https://jatim.

bps.go.id/id/statistics-table/3/TUZaMG

VteFVjSEJ4T1RCMlIyRjRTazVvVDJocVFUMDkjMw==/jumlah-bencana-alam-menurut-kabupaten-kota-dan-jenis-bencana-alam--kejadian--di-provinsi-jawa-timur--2021.html?year=2022

Karmini. (2018). Ekonomi Produksi Pertanian. Samarinda: Mulawarman University PRESS.

Malau, L. R., Rambe, K. R., Ulya, N. A., & Purba, A. G. (2023). Dampak Perubahan Iklim Terhadap Produksi Tanaman Pangan Di Indonesia. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 23(1), 34 - 46.

Mareta, L., Hidayat, R., Hidayati Rini, & Alsepan, G. (2019). Influence of the positive Indian Ocean Dipole in 2012 and El Niño-southern oscillation (ENSO) in 2015 on The Indonesian Rainfall Variability. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 284, hal. 012018. doi:10.1088/1755-1315/284/1/012018

National Centers for Environmental Information. (2025, November 10). El Nino/Oscilasi Selatan: Diskusi Teknis. (National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA)) Dipetik October 22, 2025, dari https://www.ncei.

noaa.gov/access/monitoring/enso/technical-discussion

NOAA. (2025). Nino 3.4 SST Index From The NOAA ERSST V5. Physical Sciences Laboratoty.

Nurfaizah, D., Pravitasari, A., & Lubis, I. (2023). Arahan Pemanfaatan Ruang Provinsi Jawa Timur dalam Mendukung Perannya sebagai Lumbung Pangan Nasional. Bogor: IPB University Scientific Repository.

Oldeman , L. R., Las, I., & Muladi. (1980). The agro-climatic maps of Kalimantan, Maluku, Irian Jaya, and Bali West and East Nusa Tenggara. Central Research Institute for Agriculture, 60, 32.

Ruminta, Handoko, & Nurmala, T. (2018). Indikasi Perubahan Iklim dan Dampaknya Terhadap Produksi Padi di Indonesia. Jurnal Agro, 5(1).

Sianturi, S. E., Kernalis, E., & Aprollita. (2016). Analisis Produktivitas Usahatani Padi Sawah di Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Jurnal Pertanian.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-07-18

Cara Mengutip

Fitria, M. ., Siti Saodah, A. U., Rahmasary, A. N. ., Lestari, D. O. ., & Putri, A. R. D. (2026). Analisis Perubahan Karakteristik Agroklimat dan Produktivitas Padi pada Kondisi Triple Dip La Niña (2020 -2022) di Jawa Timur. Prosiding, 8(1), 146–157. https://doi.org/10.33884/psnistek.v8i1.11793

Terbitan

Bagian

Articles