MENGENDUS PATOLOGI MEDIA SOSIAL DARI PERSPEKTIF FILSAFAT POSTMODERNISME

  • Fabianus Fensi Universitas Bunda Mulia

Abstract

Media sosial dalam seluruh sejarah kelahirannya tidak dapat dipisahkan dari sejarah modernitas itu sendiri. Dia tidak lagi hanya sebuah fenomena gaya hidup tetapi juga pernyataan diri pengguna sebagai subjek yang otonom. Keberadaan media sosial, di satu sisi menyapa dunia dengan segala keramahannya, tetapi di sisi lain, ia menjadi alat teror sosial bagi masyarakat. Ini disebut patologi. Media sosial mengadopsi cara kerja modernitas untuk menggambarkan keberadaannya. Dengan menggunakan pendekatan postmodern, penelitian ini berupaya mengungkap patologi media sosial. Pendekatan postmodern digunakan untuk memberikan peluang bagi pengoperasian nilai-nilai etis tradisional dalam bentuk, misalnya, melindungi privasi setiap orang, memastikan keakuratan informasi, melindungi hak asasi setiap orang, memastikan semua orang untuk mengakses berbagai sumber daya yang tersedia, dan kebebasan berekspresi. harus selalu mempertimbangkan kemajemukan sosial dengan berbagai narasi kecil yang menyertainya. Media sosial sebagai penanda modernitas tidak selalu berlawanan dengan berbagai pertimbangan etis, tetapi selalu bergerak bersama untuk membangun peradaban yang konstruktif. Postmodernisme, tidak hanya menawarkan pendekatan progesi, tetapi juga cara bekejra regresi, yaitu kembali ke etika tradisional  apa adanya.

References

Barker, Chris. (2014). Kamus Kajian Budaya (terj. B. Hendar Putranto). Yogyakarta: Kanisius.
Castells, Manuel. (2009). Communication Power. Oxford University Press.
Creswell, John W. (2010). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed (terj. Achmad Fawaid). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Discovery University, (2011). The Ethics of Social Media. Comperire Verum.
Gill, Peter J. (2012). “Why should I Use Social Media?” Makalah Seminar. England: University of Oxford.
Given, M. Lisa (ed.). (2008). Encyclopedia of Qualitative Research Methods (Vol 1 & 2). Los Angeles: Sage Publication.
Hasan, Robert & Julia Thomas. (2006). The New Media Theory Reader. New York: McGraw-Hill.
Hardiman, F. Budi. (2004). Filsafat Modern, dari Machiavelli sampai Nietzsche. Jakarta: Gramedia.
Hicks, Stephen R.C. (2014). Explaining Postmodernism: Skepticism and Socialism from Rousseau to Foucault. Ockham Razor Publishing.
Kerrik, Harvey. (2014). Encyclopedia of Social Media and Politics. London: Sage Publication.
Liliweri, Alo. (2018). Paradigma Penelitian Ilmu Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Looy, Amy Van. (2016). Social Media Management: Technologies and Strategies for Creating Business Value: New York: Springer.
Messaris, Paul & Lee Humphreys. (2007). Media Digital: Transformations in Human Communication. New York: Peter Lang Publishing.
Mulyana, Deddy. (2013). Metode Penelitian Kualitatif, Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial lainnya. Bandung: Rosda Karya.
North, Malcolm. (2013). “Realizing A Vision for Global Value Education”. Dalam Journal of Formal Axiology: Theory and Practice (Vol.6). Athena: Robert S Hartman Institute.
Simanowski, Roberto. (2016). Digital Humanities and Digital Media. Open Humanities Press: Lodon.
Taylor, Victor E & Charles E. Winquist (ed.) (2001). Encyclopedia of Postmodernism. London: Routledge.
Vaagan, Robert W. (2011). “Ethics, Social Media and Mass Self-Communication”. Library and Information Science, Norway: Oslo University College.
Published
2020-02-23
How to Cite
FENSI, Fabianus. MENGENDUS PATOLOGI MEDIA SOSIAL DARI PERSPEKTIF FILSAFAT POSTMODERNISME. Commed : Jurnal Komunikasi dan Media, [S.l.], v. 4, n. 2, p. 158-169, feb. 2020. ISSN 2615-6725. Available at: <http://ejournal.upbatam.ac.id/index.php/commed/article/view/1657>. Date accessed: 02 july 2020. doi: https://doi.org/10.33884/commed.v4i2.1657.