THE UTILIZATION OF SPEECH ACTS AS A TOOL OF POWER: A CASE STUDY OF MIRANDA PRIESTLY IN “THE DEVIL WEARS PRADA”
DOI:
https://doi.org/10.33884/zp300p81Kata Kunci:
power, pragmatics, speech acts, The Devil Wears PradaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tindak tutur yang digunakan Miranda dalam film The Devil Wears Prada serta menganalisis fungsi tindak tutur tersebut dalam membangun dan mempertahankan otoritasnya di lingkungan kerja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa tuturan Miranda Priestly yang diambil dari dialog-dialog dalam film. Data dianalisis dengan cara mengklasifikasikan jenis tindak tutur menggunakan teori tindak tutur Searle (1975), kemudian dilanjutkan dengan mengkaji fungsi tindak tutur tersebut dalam mempertahankan otoritas menggunakan konsep kekuasaan Fairclough (2013). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Miranda menggunakan empat jenis tindak tutur, yaitu direktif, assertif, ekspresif, dan komisif, dengan direktif merupakan jenis tindak tutur yang paling dominan. Tindak tutur direktif digunakan Miranda untuk mengendalikan tindakan bawahannya melalui berbagai mekanisme seperti agenda control, time control, participation control, dan boundary reinforcement. Sementara itu, tindak tutur assertif berfungsi untuk mengevaluasi, membentuk realitas, dan memengaruhi cara pandang bawahannya terhadap profesionalisme dan keberhasilan. Tindak tutur ekspresif digunakan untuk menciptakan tekanan psikologis melalui kritik, sarkasme, dan ekspresi ketidakpuasan. Selain itu, tindak tutur komisif berfungsi sebagai sarana kontrol melalui ancaman implisit dan konsekuensi profesional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tindak tutur yang digunakan Miranda tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi jberfungsi sebagai instrumen strategis untuk mempertahankan hubungan kuasa dan hierarki kelembagaan. Pada akhirnya, bahasa memainkan peran sentral dalam membentuk tindakan, pemikiran, dan respons emosional guna mempertahankan otoritas di lingkungan kerja profesional.
Kata kunci: kekuasaan, Miranda Priestly, pragmatic, tindak tutur, The Devil Wears Prada
Referensi
Alsamhori, M. A. O., Seine, M. I., & Al-Zuriqat, Z. K. (2025). “Speech Acts as a Means of Influence and Social Interaction: Perspectives from Austin and Searle.” Journal of Posthumanism, 5(3). https://doi.org/10.63332/joph.v5i3.771
Bourdieu, P. (1991). Language and Symbolic Power. Harvard University Press.
Chiang, S. (2015). Power and Discourse. In K. Tracy, T. Sandel, & C. Ilie (Eds.), The International Encyclopedia of Language and Social Interaction (1st ed., pp. 1–17). Wiley. https://doi.org/10.1002/9781118611463.wbielsi149
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (Sixth edition). SAGE.
Drewski, D. (2024). Language and symbolic boundaries among transnational elites: A qualitative case study of European Commission officials. Global Networks, 24(3), e12434. https://doi.org/10.1111/glob.12434
Fairclough, N. (2013). Language and Power (2nd ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315838250
Hasanova, A. T., Mustafayeva, A. F. Q., Hashimova, R. A., & Nasibova, C. N. (2026). Directive Speech Acts, Social Hierarchy and the Syntax–pragmatics Interface: A Contrastive Study of Azerbaijani and British English Institutional Discourse in Higher Education and Workplace Settings. Journal of Basic and Applied Research International, 32(1), 147–159. https://doi.org/10.56557/jobari/2026/v32i110310
Holmes, J., & Stubbe, M. (2015). Power and Politeness in the Workplace: A Sociolinguistic Analysis of Talk at Work. Routledge.
Mammadova, G. (2025). The Power of Language in Social Contexts. Acta Globalis Humanitatis et Linguarum, 2(3), 134–140. https://doi.org/10.69760/aghel.0250020019
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis. SAGE.
Oktapiani, Ti., Natsir, M., & Setyowati, R. (2017). WOMEN’S LANGUAGE FEATURES FOUND IN FEMALE CHARACTER’S UTTERANCES IN THE DEVIL WEARS PRADA MOVIE. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, Dan Budaya, 1(3), 220. https://doi.org/10.30872/jbssb.v1i3.672
Permatasari, T. P. (2023). An Analysis of Directive Speech Acts Used by the Antagonist and Protagonist Characters in the Lion King Movie (2019). https://digilib.uns.ac.id/dokumen/107487/An-Analysis-of-Directive-Speech-Acts-Used-by-the-Antagonist-and-Protagonist-Characters-in-the-Lion-King-Movie-2019
Probosini, N. (2020). Politeness Strategies in the Main Characters of “The Devil Wears Prada” Movie. Jurnal ASPIKOM, 5(1), 166. https://doi.org/10.24329/aspikom.v5i1.516
Saifudin, A. (2019). Teori Tindak Tutur dalam Studi Linguistik Pragmatik. LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 15(1), 1–16. https://doi.org/10.33633/lite.v15i1.2382
Searle, J. R. (1969). Speech Acts: An Essay in the Philosophy of Language. Cambridge University Press.
Searle, J. R. (1975). A Taxonomy of Illocutionary Acts. https://conservancy.umn.edu/items/2b9aa876-a427-4f47-8640-74c20f583c86
Waruwu, M. (2024). Pendekatan Penelitian Kualitatif: Konsep, Prosedur, Kelebihan dan Peran di Bidang Pendidikan. Afeksi: Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 5(2), 198–211. https://doi.org/10.59698/afeksi.v5i2.236








JURNAL BASIS (BAHASA DAN SASTRA INGGRIS)