NEGOSIASI EKSKLUSIVITAS: GAYA BAHASA HOST, KOMUNIKASI PERSUASIF, DAN MINAT BELI AUDIENCE PADA LIVE TIKTOK YSL BEAUTY OFFICIAL
DOI:
https://doi.org/10.33884/scientiajournal.v8i3.11208Kata Kunci:
Brand Luxury, Gaya Bahasa, Komunikasi Persuasif, Minat beli, TikTok Live, Analisis KontenAbstrak
Penelitian ini mengkaji proses negosiasi eksklusivitas dalam komunikasi brand luxury melalui gaya bahasa host, komunikasi persuasif, dan representasi minat beli audiens pada Live TikTok YSL Beauty Official. Secara tradisional, brand luxury identik dengan eksklusivitas, elegansi, harga premium, serta aksesibilitas yang terbatas. Kehadiran YSL Beauty pada TikTok Live sebuah platform yang umumnya dipersepsikan sebagai media massal dan informal menimbulkan keterkejutan publik sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai keberlanjutan prestise brand luxury dalam praktik live commerce digital.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis konten. Data penelitian terdiri atas tuturan verbal host, elemen visual dalam siaran langsung, serta komentar audiens yang dikumpulkan dari beberapa sesi Live TikTok YSL Beauty Official. Penelitian ini tidak menggunakan wawancara maupun survei, karena fokus kajian diarahkan pada konten media sebagai teks komunikasi. Analisis data dilakukan melalui proses pengodean tematik untuk mengidentifikasi pola penggunaan bahasa, strategi komunikasi persuasif, serta indikator minat beli yang direpresentasikan dalam interaksi audiens.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa host secara konsisten menggunakan gaya bahasa yang elegan, lembut, dan sopan, selaras dengan identitas YSL sebagai brand luxury. Komunikasi persuasif disampaikan melalui strategi yang halus dan tidak agresif, dengan menekankan kualitas produk, pengalaman sensorik, kredibilitas brand, serta keterbatasan ketersediaan produk, bukan promosi berbasis harga. Minat beli audiens direpresentasikan melalui komentar yang menunjukkan rasa ingin tahu, kekaguman, pertanyaan terkait produk, serta pernyataan keinginan membeli.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa TikTok Live berfungsi sebagai ruang negosiasi eksklusivitas, di mana YSL Beauty mampu merekonstruksi nilai-nilai luxury dalam platform digital yang bersifat massal tanpa menghilangkan prestise simbolik brand.
Referensi
Business, T. for. (2024). What’s Next: TikTok Trend Report.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2021). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. SAGE Publications.
Kang, K., Lu, J., Guo, L., & Li, W. (2021). The impact of live streaming commerce on consumer purchase intention. Journal of Retailing and Consumer Services, 58, 102127.
Kapferer, J.-N., & Bastien, V. (2021). The Luxury Strategy: Break the Rules of Marketing to Build Luxury Brands. Kogan Page.
Kuckartz, U., & Rädiker, S. (2022). Qualitative Content Analysis: Methods, Practice and Software. SAGE Publications.
Pentina, I., Guilloux, V., & Micu, A. (2022). Exploring luxury brands’ engagement on social media. Journal of Business Research, 139, 113–125.
Perloff, R. M. (2021). The Dynamics of Persuasion: Communication and Attitudes in the 21st Century. Routledge.









