Kebijakan Diskriminatif Negara Maju terhadap Produk Strategis Negara Berkembang: Analisis Sengketa Rokok Kretek Indonesia dalam Mekanisme Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)

Authors

  • M.osama Ergi setiawan Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.33884/dialektikapublik.v10i1.10975

Keywords:

kebijakan diskriminatif, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)

Abstract

Penelitian ini mengkaji kebijakan diskriminatif negara maju terhadap produk strategis negara berkembang melalui studi kasus sengketa rokok kretek Indonesia dalam mekanisme Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Sengketa ini berawal dari pemberlakuan Family Smoking Prevention and Tobacco Control Act (FSPTCA) oleh Amerika Serikat pada tahun 2009 yang melarang peredaran rokok beraroma, termasuk rokok kretek Indonesia, namun tetap memperbolehkan rokok mentol. Kebijakan tersebut dinilai melanggar prinsip non-diskriminasi dalam hukum perdagangan internasional sebagaimana diatur dalam General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) 1994 dan Perjanjian Technical Barriers to Trade (TBT). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif melalui studi kepustakaan terhadap perjanjian internasional, putusan WTO, dan literatur akademik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Amerika Serikat terbukti bersifat diskriminatif dan melanggar ketentuan WTO, meskipun penyelesaian sengketa akhirnya ditempuh melalui negosiasi bilateral. Temuan ini menegaskan pentingnya peran WTO dalam melindungi kepentingan negara berkembang sekaligus menunjukkan keterbatasannya dalam penegakan hukum perdagangan internasional.

Downloads

Published

2026-05-04