THE ANALYSIS OF FORMULA IN THE LEGEND OF JAPANESE SAMURAI RUROUNI KENSHIN AND MIYAMOTO MUSHASI: POPULAR LITERARY APPROACH

Penulis

  • Tomi Arianto Universitas Putera Batam
  • Ambalegin Ambalegin Universitas Putera Batam

DOI:

https://doi.org/10.33884/basisupb.v6i1.1047

Kata Kunci:

Sastra Populer, Formula, Arketipe, Miyamoto Musashi, Rurouni Kenshin

Abstrak

Penelitian ini mengkaji tentang formulasi pada kisah heroic legendaris serta popular di Jepang tentang cerita Rurouni Kenshin atau sering disebut sebagai Samurai X dan Miyamoto Mushashi atu disebut Samurai I. Kedua cerita tersebut kemudian disadur kedalam layarkaca dan mendapat respon positif bahkan masuk dalam star 7 di Box Office dan imdb. Jelas kedua cerita tersebut melonjak kembali  sebagai karya popular dan layak dikaji dengan menggunakan pendekatan Sastra Populer. Untuk menguji hipotesis tersebut, peneliti menggunakan teori Cawelty dengan pendekatan formula Sastra Populer. Dengan menggunakan konsep Cawelty, penelitian ini mengkaji tentang formula yang digunakan dalam kedua cerita legenda jepang Rurouni Kenshin dan Miyamoto Mushashi terkait persamaan dan perbedaan serta faktor-faktor yangmenyebabkan keduanya menjadi popular sesuai nilai dan selera penonton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua legenda aksi tersebut secara umum mempunyai formula cerita action yang sama sebagaimana rumusan cawelty, struktur cerita/narasi, dan kesamaan motif tindakan. Perbedaannya dari kedua ceritanya terutama terletak pada cara penulis menyajikan mitologi dan metafor. Formula merupakan salah satu faktor utama yang membuat suatu cerita disukai dan mendapat respon positif di pasaran, termasuk juga konsistensi, orisinalitas, kemampuan menarik keajaiban, tempat dan gaya dalam penyajian cerita.

Referensi

Adi Rochani, I. (2011). Fiksi populer: Teori dan metode kajian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Cawelty, J. G. (1976). Adventure, mystery, and romance. Chicago: University of Chicago Press.
faruk, & Suminto, A. S. (1997). Sastra populer. Jakarta: Universitas Terbuka.
Ibrahim, I. S. (1997). Lifestyle ecstasy: Kebudayaan dalam masyarakat komoditas indonesia. Yogyakaarta: Jalasutra.
IMDb. (2014). Rurouni kenshin part II: Kyoto inferno (2014) Rurôni kenshin: Kyôto taika-hen (original title). Retrieved from https://www.imdb.com/title/tt3029558/?ref_=nv_sr_1
Kayam, U. (1981). Seni, tradisi, masyarakat(essays) (in Indonesian). Jakarta: Penerbit Sinar Harapan.
Linda, L., & Arianto, T. (2018). Child literature genre formulation in Walt disney animation movie. Jurnal BASIS, 5(2), 11–20. https://doi.org/https://doi.org/10.33884/basisupb.v5i2.776
Stanton, R. (2007). Teori Fiksi Robert Stanton. Diterjemahkan oleh Sugihartuti dan Rossi Abi Al Irsyad. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Suciati, E. (2013). Analisis formula terhadap popularitas novel the kite runner karya khaled hosseini an analysis of formula towards the popularity. DIGLOSSIA, 6(2), 78–90. https://doi.org/https://doi.org/10.26594/diglossia.v6i2.387
Swirski, P. (1999). Popular and Highbrow Literature: A Comparative View. Purdue University Press, 1(4), 36–46. Retrieved from http://docs.lib.purdue.edu/clcweb/vol1/iss4/4
Victor E. Neuburg. (1977). Popular Literature: A History and Guide, from the Beginning of Printing to the Year 1897. London: Woburn Press.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2019-04-18

Terbitan

Bagian

BASIS VOLUME 6 NO 1 APRIL 2019