THE USE OF SWEAR WORDS IN ONLINE COMMUNICATION: A GENDER-BASED STUDY AMONG UNIVERSITY STUDENTS
DOI:
https://doi.org/10.33884/basisupb.v13i1.11574Kata Kunci:
Gender, Online Communication, Students, Swear WordsAbstrak
Penelitian ini mengkaji perbedaan gender dalam penggunaan kata-kata kasar (swear words) dalam komunikasi daring di kalangan mahasiswa. Penelitian ini berfokus pada identifikasi perbedaan frekuensi, konteks, jenis, dan pilihan bahasa dalam penggunaan kata-kata kasar antara mahasiswa laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner kepada 40 mahasiswa Program Studi Sastra Inggris di Universitas Bumigora. Sementara itu, data kualitatif yang diperoleh dari pertanyaan terbuka dan wawancara lanjutan dianalisis menggunakan analisis tematik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa laki-laki menggunakan kata-kata kasar lebih sering dan dalam berbagai konteks yang lebih luas, terutama dalam situasi bercanda dan interaksi sosial. Sebaliknya, mahasiswa perempuan menggunakan kata-kata kasar lebih jarang dan cenderung menggunakannya untuk mengekspresikan keterkejutan atau emosi dalam bentuk yang lebih terkontrol atau dimodifikasi. Penelitian ini juga menemukan bahwa kedua kelompok menggunakan ekspresi multibahasa, meskipun mahasiswa perempuan menunjukkan kecenderungan yang lebih tinggi dalam penggunaan bahasa campuran. Temuan ini menunjukkan bahwa perbedaan gender dalam penggunaan bahasa masih terlihat, namun menjadi lebih fleksibel dalam konteks komunikasi digital.
Referensi
Aisyah, S., Chairuddin, C., & Athena, T. (2020). The portrayal of gender difference toward swear word: An investigation of words and expressions used by Indonesian students. Journal of Research on English and Language Learning (J- REaLL),1(2), 113–118.
Allan, K., & Burridge, K. (2006). Forbidden words: Taboo and the censoring of language. Cambridge University Press.
APJII. (2024). Laporan survei internet Indonesia 2024. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.
DataReportal. (2024). Digital 2024: Global overview report.
Dewi, N. M., Beratha, N. L. S., & Sukarini, N. W. (2023). A study of gender difference of using taboo words in Euphoria series. Humanis Journal, 27(3), 342–352.
Dynel, M. (2012). Swearing methodologically: The discourse of online interaction. Journal of Pragmatics.
Fägersten, K. B. (2012). Who’s swearing now? The social aspects of conversational swearing. Cambridge Scholars Publishing.
Hasanah, D. F., Rahman, A. A., & Azizah, H. A. (2025). Swear words as sociolinguistic tools of social criticism. Journal of English Language and Education, 10(6).
Herring, S. C. (2007). A faceted classification scheme for computer-mediated discourse. Language@Internet, 4.
Holmes, J. (2013). An introduction to sociolinguistics (4th ed.). London: Routledge.
Kurniawanti, F., & Damanhuri, A. (2022). Female swearing on WhatsApp communications: A sociolinguistics perspective. Jurnal Bahasa dan Sastra, 10(2).
Lakoff, R. (1975). Language and woman’s place. New York: Harper & Row.
Ljung, M. (2011). Swearing: A cross-cultural linguistic study. London: Palgrave Macmillan.
McEnery, T. (2006). Swearing in English: Bad language, purity and power from 1586 to the present. Routledge.
Prawinanto, A., Prasetyo, H., & Bram, B. (2020). Swearing and its motives in the Antologi Rasa novel. LET: Linguistics, Literature and English Teaching Journal, 10(1), 40–65.
Sari, R. (2023). Swear word adaptation in Indonesian social media communication. Journal of Language and Linguistic Studies, 19(2), 210–222.
Stapleton, K., & Beers Fägersten, K. (2017). Swearing and pragmatics. Journal of Pragmatics, 116, 1–3.
Sunderland, J. (2022). Language, gender and children’s fiction. London: Routledge.
Tannen, D. (1990). You just don’t understand: Women and men in conversation. New York: Ballantine Books.








JURNAL BASIS (BAHASA DAN SASTRA INGGRIS)